
Pulung Rejo( Rimbo Ilir) 30 oktober 2025-Di tengah tantangan keterbatasan lahan, Bapak Sutran, seorang guru kreatif di Min 3 Tebo, telah mengubah paradigma pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).
Dengan memanfaatkan lahan sekolah yang sebelumnya kurang produktif, ia menciptakan ruang belajar hidup yang memungkinkan siswa memahami konsep fotosintesis secara langsung.
Inisiatif ini bermula dari keprihatinan Bapak Sutran terhadap metode pembelajaran yang dianggapnya terlalu teoritis. "Anak-anak zaman sekarang butuh pengalaman nyata. Mereka harus melihat sendiri bagaimana proses fotosintesis itu terjadi," ujar pak Sutran.
Lahan yang dulunya hanya ditumbuhi rumput liar, kini disulap menjadi kebun mini dengan berbagai jenis tanaman. Mulai dari sayuran seperti bayam, cabai dan kangkung.
Siswa dilibatkan langsung dalam proses penanaman, perawatan, hingga pengamatan pertumbuhan tanaman.
"Kami belajar bagaimana cahaya matahari, air, dan karbon dioksida diubah menjadi makanan oleh tanaman. Rasanya beda sekali belajar seperti ini," kata malina, salah seorang siswa kelas 4 yang tampak antusias menyiram tanaman.
Selain memahami konsep fotosintesis, siswa juga belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak.
Bapak Sutran berharap, inisiatifnya ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan menyenangkan.
"Ini bukan hanya tentang IPAS, tapi juga tentang bagaimana kita mendidik generasi muda yang peduli terhadap lingkungan," pungkasnya.(ER)
|
475x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...