SEJARAH MIN 3 TEBO
Kata madrasah berasal dari bahasa Arab yang berarti tempat atau wahana untuk mengenyam pendidikan. Madrasah di Indonesia merupakan hasil perkembangan modern pendidikan pesantren yang secara historis,eksis jauh sebelum Belanda menjajah Indonesia . Lembaga pendidikan Islam yang pertama ada adalah pesantren.
Pada awal abad ke-20, madrasah-madrasah dengan sistem berkelas (klasikal) mulai muncul di Indonesia. Menurut penelitian Mahmud Yunus, pendidikan Islam pertama kali memiliki kelas dan memakai bangku, meja, dan papan tulis adalah Madrasah Adabiyah (Adabiyah School) di Padang.
Madrasah Adabiyah adalah madrasah pertama di Minangkabau, bahkan di Indonesia, didirikan oleh Syeikh Abdullah Ahmad pada tahun 1909. Madrasah ini hidup sampai tahun 1914, kemudian diubah menjadi HIS Adabiyah pada tahun 1915, yang merupakan HIS pertama di Minangkabau yang memasukkan pelajaran agama Islam dalam pengajarannya.
Muculnya sekolah-sekolah Islam yang menerapkan sistem pendidikan modern juga tak terlepas dari banyaknya alumni Universitas Al-Azhar Mesir yang telah menyelesaikan pendidikannya di sana. Mereka adalah hasil dari sistem pendidikan yang telah direformasi oleh Muhammad Abduh.
Madrasah dapat disejajarkan standar kelulusannya dengan sekolah umum setelah terbitnya Surat Keputusan Bersama 3 (tiga ) Menteri ( Menag, Mendikbud dan Mendagri) pada Tahun 1975 yang menetapkan bahwa lulusan madrasah dianggap setara dengan lulusan sekolah umum yang lebih tinggi, dan siswa madrasah boleh pindah ke sekolah umum yang sama jenjangnya . demikian sebaliknya.
MIN 3 Tebo, berdiri tahun 1984 oleh para pemuka masyarakat Desa Pulung Rejo, diantaranya H Sudayat, Bertahun-tahun berjuang mempertahankan dan mengembangkan diri dengan penuh semangat dan pengorbanan.
Berjuang selama 13 tahun maju dan memrpertahankan eksistensi diri, hingga akhirnya dinegerikan pada tahun 1997.
Perjuangan belum selesai sampai disitu. Hari-hari kedepannya semakin berat; meyakinkan masyarakat untuk menitipkan puta-putrinya di MIN 3 Tebo meyakinkan masyarakat bahwa MIN 3 Tebo mampu membawa kebaikan kepada generasi kedepan; meyakinkan masyarakat bahwa tamatan MIN 3 Tebo juga bisa melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi; meyakin masyarakat bahwa tamatan MIN 3 Tebo bisa bekerja di lembaga pemerintahan; dll
Perjuangan ini mesti dilakukan, karena bayangan masyarakat tentang MIN 3 Tebo adalah sebuah Madrasah yang tak mampu berbuat banyak, hanya bisa mengajar ngaji dan agama.
Perjuangan ini dilakukan oleh para pendiri dan para guru serta tenaga kependidikan lainnya yang tak mengenal waktu dan keadaan. Berjuang hanya mengharap ridho Allah SWT, ingin menyaksikan MIN 3 Tebo mampu bersaing dengan sekolah umum lainnya.
MIN 3 Tebo dari masa ke masa sudah mengalami pergantian kepemimpinan yang setiap setiap masa kepemimpinan terus mengalami perobahan positif dalam kemajuan. sejak berdirinya sampai tahun 2024 telah dipimpin oleh 6 orang kepala madrasah
Hingga tahun pembelajaran 2004/2005 jumlah siswa hanya berjumlah 53 orang, pada tahun ini siswa baru hanya berjumlah 3 orang. Pada tahun sdr Munasrizal ditawarkan menjadi Kepala MIN Pulung Rejo, tetapi beliau menolak dengan alasan tidak punya siswa. Maka oleh H Najmi, Kepala Kantor Depag Tebo pada waktu MIN 3 Tebo akan ditutup. Tapi para pendiri dan kami pelaksana lapangan di MIN 3 Tebo berjuang dan berusaha menyakinkan, kami mampu bangkit.
Maka diangkatlah sdr Mauzi, S.PdI menjadi Kepala. Selama lebih kurang satu tahun kepemimpinannya MIN 3 Tebo, mulai bergerak bangkit.
Tahun 2006, ditunjuklah sdr Rusdi Harpenas menjadi kepala. Disinilah titik awal kebangkitan MIN 3 Tebo. Berjuang bersama komite (pak Senen), tokoh masyarakat (Mardi), pendiri MIN (H Sudayat). Perjuangan berat dan panjang Alhamdulillah membuahkan hasil, hingga tahun 2012, jumlah siswa mencapai 163 orang. Penyebaran desa pendukung asal siswa pun meningkat.
Tahun 2014, sdr Rusdi Harpenas digantikan oleh sdr Ridwan, MP.d I. Perjuangan pun masih berlanjut. Semua pegawai dan orang-orang yang berkecimpung di MIN 3 Tebo bekerja penuh semangat, cara kepemimpinannya yang bersahabat, perhatian, disiplin, dan penuh semangat membawa MIN 3 Tebo semakin dipercaya dan diminati masyarakat. Jumlah siswa semakin meningkat, prestasi bidang akedemik dan non akademik pun meningkat sangat signifikan, baik di lingkungan Kemenag maupun di lingkungan Diknas bahkan di umum. Ditingkat kecamatan, kabupaten bahkan propinsi.
Oktober 2020, diangkatlah sdr Munasrizal menjadi Kepala MIN 3 Tebo. Hari pertama beliau datang ke MIN 3 tebo dan memberikan sambutan, sudah menimbulkan perasaan kecewa pada guru dan pegawai MIN 3 Tebo. Beliau mengungkapkan, bahwa tahun 2005 beliau sudah pernah ditawarkan menjadi Kepala MIN 3 Tebo, tapi beliau menolak karena taka ada siswa. Ini menunjukan tak ada jiwa perjuangan beliau pada MIN 3 Tebo.
Januari 2024, diangkatlah sdr Syahrul, S.Pd menjadi kepala madrasah MIN 3 Tebo menggantikan Sdr Munasrizal, semenjak pergantian kepala dan semangat guru serta pegawai MIN 3 Tebo bertekad untuk kembali gairah dan semangat kembali menjadikan MIN 3 Tebo lebih maju dan berbicara banyak baik di tingkat madrasah, kecamatan, kabupaten bahkan provinsi, serta semoga MIN 3 Tebo dapat mencetak generasi bangsa yang berakhlak mulia, islami, harmonis, berdaya saing dan favorit. Pada saat ini jumlah siswa di Min 3 Tebo berjumlah 248 siswa.
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...