
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Tebo di Pulung Rejo, pada Rabu, 3 September 2025, mulai menerapkan budaya salam di lingkungan sekolah. Setiap pagi, sebelum memasuki gerbang madrasah, seluruh siswa MIN 3 Tebo membiasakan diri untuk bersalaman dengan guru piket yang bertugas di depan gerbang. Kegiatan ini dilakukan secara teratur dengan tujuan menanamkan nilai sopan santun, menghormati guru, serta mempererat hubungan antara siswa dan guru.
Kepala MIN 3 Tebo, Syahrul, S.Pd, menjelaskan bahwa budaya salam ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. "Kami ingin siswa terbiasa untuk menghormati orang yang lebih tua, terutama guru. Dengan bersalaman, siswa menunjukkan rasa hormat dan sopan santun kepada guru," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kebiasaan ini diharapkan dapat menjadi pondasi penting dalam pembentukan karakter siswa sejak dini.
Setiap pagi, siswa MIN 3 Tebo berbaris dengan rapi di depan gerbang sekolah. Guru piket menyambut mereka dengan senyum ramah dan sapaan hangat. Suasana pagi di sekolah pun menjadi lebih menyenangkan dan penuh semangat. Interaksi ini tidak hanya mempererat hubungan antara siswa dan guru, tetapi juga menciptakan lingkungan sekolah yang positif sejak awal hari.
Salah satu siswa kelas 5A, Sheryn Wokta Agiskia, menyampaikan bahwa ia merasa senang dengan adanya budaya salam ini. "Saya senang bisa bersalaman dengan guru setiap pagi. Saya merasa lebih dekat dengan guru dan lebih semangat untuk belajar," katanya. Pengalaman ini menurutnya membuat suasana belajar menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.
Nurjanah, S.Pd.I, sebagai salah satu guru piket, menyampaikan bahwa kegiatan salam pagi ini juga membantu guru untuk lebih mengenal kondisi siswa. "Dengan bersalaman, kami bisa berinteraksi langsung dengan siswa dan mengetahui kondisi mereka. Jika ada siswa yang terlihat kurang sehat atau memiliki masalah, kami bisa segera memberikan perhatian," ungkapnya. Guru dapat lebih cepat merespons jika ada siswa yang membutuhkan bantuan atau perhatian khusus.
Budaya salam ini juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan madrasah yang lebih harmonis dan kondusif. Interaksi positif antara siswa dan guru di pagi hari diyakini dapat mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif dan menyenangkan. Selain itu, kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam membangun karakter siswa yang berakhlak mulia dan memiliki sopan santun.
MIN 3 Tebo berharap budaya salam ini dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain. Dengan demikian, pembentukan karakter siswa yang berakhlak baik dan sopan santun dapat semakin diperkuat di lingkungan pendidikan.(ER)
|
1216x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...